Penghitungan dosis adalah keterampilan klinis dasar yang menerjemahkan prinsip farmakologi ke dalam perawatan pasien individual. Tujuan penghitungan dosis adalah untuk memberikan sejumlah obat yang mencapai konsentrasi terapeutik di tempat kerja sambil menghindari toksisitas. Terdapat beberapa pendekatan, mulai dari dosis standar tetap hingga perhitungan individual yang kompleks berdasarkan karakteristik pasien.
Perhitungan Dosis Dasar
Pendekatan paling sederhana adalah dosis tetap, yaitu semua pasien dewasa menerima jumlah obat yang sama, berapa pun ukuran tubuhnya. Hal ini sesuai untuk obat dengan indeks terapeutik yang luas dan farmakokinetik yang relatif dapat diprediksi, seperti banyak antibiotik dan antihipertensi. Namun, dosis tetap tidak memperhitungkan variabilitas antar pasien dan dapat menyebabkan kekurangan dosis pada pasien yang lebih besar atau toksisitas pada pasien yang lebih kecil.
Dosis berdasarkan berat badan menyesuaikan dosis berdasarkan berat badan pasien, biasanya dinyatakan dalam miligram per kilogram. Pendekatan ini merupakan standar untuk pasien anak-anak, yang berat badannya sangat bervariasi, dan untuk banyak obat yang diberikan secara intravena seperti heparin dan banyak antibiotik. Dosis berdasarkan berat badan mengurangi variabilitas paparan obat dibandingkan dengan dosis tetap, meskipun hal ini mengasumsikan hubungan linier antara berat badan dan disposisi obat.
Dosis berdasarkan luas permukaan tubuh (BSA) menggunakan perhitungan luas permukaan tubuh pasien, biasanya dinyatakan dalam meter persegi. BSA berkorelasi lebih baik dibandingkan berat badan dengan proses fisiologis seperti curah jantung, laju filtrasi glomerulus, dan laju metabolisme, menjadikannya pendekatan pilihan untuk agen kemoterapi dan beberapa obat biologis. Rumus Mosteller menghitung BSA sebagai akar kuadrat dari (tinggi badan dalam sentimeter dikalikan berat badan dalam kilogram dibagi 3600).
Dosis Pemuatan dan Pemeliharaan
Loading dose adalah dosis awal yang lebih besar yang digunakan untuk mencapai konsentrasi terapeutik dengan cepat. Dosis muatan dihitung sebagai konsentrasi plasma yang diinginkan dikalikan dengan volume distribusi. Digoksin, misalnya, sering diberikan sebagai dosis awal (loading dose) karena waktu paruhnya yang lama akan memperlambat timbulnya efek terapeutik. Dosis muatan tidak bergantung pada klirens dan hanya bergantung pada seberapa banyak obat yang dibutuhkan dalam tubuh untuk mencapai konsentrasi target.
Dosis pemeliharaan menggantikan obat yang dihilangkan sejak dosis sebelumnya. Laju dosis pemeliharaan sama dengan jarak bebas dikalikan dengan konsentrasi rata-rata kondisi tunak yang diinginkan. Jika klirens berkurang karena gangguan ginjal atau hati, dosis pemeliharaan harus dikurangi secara proporsional untuk menghindari akumulasi. Dosis pemeliharaan tidak bergantung pada volume distribusi dan hanya bergantung pada efisiensi eliminasi.
Rumus Pediatrik
Beberapa rumus empiris telah dikembangkan untuk estimasi dosis pediatrik ketika berat badan tidak diketahui. Aturan Young menghitung dosis anak sebagai dosis dewasa dikalikan usia anak dibagi usia anak ditambah 12. Aturan Clark menggunakan berat badan, bukan usia: dosis anak sama dengan dosis dewasa dikalikan berat badan anak dalam pon dibagi 150. Rumus ini hanya memberikan perkiraan kasar dan sebagian besar telah digantikan dengan pemberian dosis berdasarkan berat badan atau berbasis BSA dalam praktik modern, namun tetap berguna sebagai pemeriksaan cepat dalam keadaan darurat pengaturan.
Ketika pemberian dosis berdasarkan berat badan yang akurat digunakan pada anak-anak, dokter harus mempertimbangkan bahwa anak-anak bukan sekadar orang dewasa berukuran kecil. Pematangan organ, perbedaan komposisi tubuh, dan perubahan perkembangan metabolisme semuanya mempengaruhi disposisi obat. Dosis miligram per kilogram yang aman pada orang dewasa mungkin tidak memadai atau berlebihan pada neonatus karena perbedaan pembersihan dan volume distribusi.
Penyesuaian Dosis
Penyesuaian dosis diperlukan pada pasien dengan disfungsi organ, terutama gangguan ginjal dan hati. Penyesuaiannya mungkin melibatkan pengurangan dosis, perpanjangan interval pemberian dosis, atau keduanya. Faktor spesifik pasien seperti usia, kehamilan, obesitas, dan terapi obat bersamaan juga memerlukan modifikasi dosis. Pemantauan obat terapeutik memberikan pengukuran langsung konsentrasi obat dan memungkinkan individualisasi dosis yang tepat untuk obat dengan indeks terapeutik yang sempit.
Memahami prinsip perhitungan dosis sangat penting untuk peresepan yang aman dan efektif. Pemilihan pendekatan pemberian dosis yang tepat bergantung pada sifat farmakokinetik obat, karakteristik pasien, dan konteks klinis, selalu dengan tujuan memaksimalkan kemanjuran sekaligus meminimalkan risiko efek samping.