Pemberian obat transdermal melibatkan pemberian obat melalui kulit ke dalam aliran darah. Rute ini menggunakan patch yang dirancang khusus atau sediaan topikal yang memungkinkan obat menembus lapisan kulit untuk efek sistemik. Obat ini menawarkan keuntungan unik dalam mempertahankan tingkat obat yang stabil dalam jangka waktu lama.
Bentuk Pengobatan Transdermal
- Patch: Sistem perekat yang mengandung reservoir obat
- Gel: Sediaan semi padat untuk pengaplikasian pada kulit
- Krim: Sediaan berbahan dasar emulsi
- Solusi: Sediaan cair untuk aplikasi kulit
- Formulasi semprot: Obat-obatan yang bersifat aerosol
Keuntungan
- Tingkat obat yang konsisten
- Melewati metabolisme lintas pertama
- Rilis diperpanjang mungkin
- Administrasi non-invasif
- Mudah dihentikan
- Mengurangi frekuensi pemberian dosis
- Kepatuhan yang baik
- Menghindari masalah pencernaan
Kekurangan
- Pilihan obat terbatas
- Kemungkinan iritasi kulit
- Tingkat penyerapan variabel
- Efek cuaca/suhu
- Masalah adhesi
- Biaya lebih tinggi dibandingkan bentuk oral
- Mungkin terlihat
- Fleksibilitas dosis terbatas
Praktik Terbaik
- Bersihkan dan keringkan kulit sebelum aplikasi
- Putar situs aplikasi
- Hapus patch lama sepenuhnya
- Periksa reaksi kulit
- Ikuti jadwal penggantian
- Pembuangan tambalan bekas dengan benar
- Melindungi dari paparan panas/air
Pertimbangan Khusus
- Kondisi dan integritas kulit
- Faktor lingkungan
- Tingkat aktivitas fisik
- Dampak berenang/mandi
- Menambal masalah visibilitas
- Faktor biaya
- Persyaratan penyimpanan
- Potensi penyalahgunaan narkoba
Kesimpulan
Pemberian obat transdermal menawarkan keuntungan unik untuk obat tertentu dan populasi pasien. Keberhasilan bergantung pada pemilihan pasien yang tepat, pendidikan tentang teknik pengaplikasian, dan perhatian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan obat melalui kulit.