Kurva pertumbuhan bakteri menggambarkan fase-fase yang dapat diprediksi yang dilalui oleh populasi bakteri dalam sistem tertutup (kultur batch) dengan jumlah nutrisi terbatas. Kurva ini biasanya direpresentasikan dengan memplot logaritma jumlah sel hidup terhadap waktu.
Fase-Fase Kurva Pertumbuhan Bakteri
Fase Lag (Fase Adaptasi)
Selama fase lag, bakteri beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Terjadi aktivitas metabolik (sintesis RNA dan enzim) tetapi belum ada pembelahan sel. Durasi tergantung pada kondisi sel dan perubahan spesifik dalam lingkungan.
Fase Log (Fase Eksponensial)
Pada fase log, sel membelah pada tingkat konstan maksimum melalui pembelahan biner, dan populasi berlipat ganda setiap generasi. Ini adalah fase di mana bakteri paling sensitif terhadap antibiotik.
Fase Stasioner (Fase Ekuilibrium)
Selama fase stasioner, pertumbuhan melambat karena nutrisi habis dan produk limbah menumpuk. Jumlah sel baru sama dengan jumlah sel yang mati, menjaga ukuran populasi tetap stabil. Beberapa bakteri membentuk endospora selama fase ini untuk bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Fase Kematian (Fase Penurunan)
Pada fase kematian, kematian melebihi reproduksi karena kurangnya makanan dan akumulasi zat toksik. Jumlah sel viabel menurun secara eksponensial.
Faktor Kunci dan Pengukuran
Suhu, pH, dan ketersediaan oksigen serta nutrisi menentukan laju pertumbuhan dan durasi setiap fase. Di laboratorium, pertumbuhan sering diukur melalui Kepadatan Optik (OD) menggunakan spektrofotometer (kekeruhan) atau dengan menghitung Unit Pembentuk Koloni (CFU) pada lempeng agar. Pengetahuan tentang kurva pertumbuhan sangat penting untuk keamanan pangan (memprediksi pembusukan), industri (mengoptimalkan fermentasi), dan kedokteran (penelitian antibiotik).
sumber daya: Kalkulator Pertumbuhan Bakteri Lab Lexicon