Skip to content

Article image
Pelaporan, Grading, dan Stadium Histopatologis

Laporan histopatologi adalah produk akhir dari alur kerja diagnostik. Laporan ini harus mengomunikasikan temuan dengan jelas, lengkap, dan dalam bahasa yang dipahami oleh ahli bedah, onkolog, dan klinisi lainnya. Pelaporan terstandarisasi — khususnya untuk spesimen kanker — memastikan semua elemen prognostik dan prediktif penting tercatat.

Komponen Laporan Histopatologi

Setiap laporan mencakup identitas pasien (nama, tanggal lahir, nomor rekam medis), detail spesimen (tipe, lokasi, lateralisasi, nomor aksesi), riwayat klinis, dan dokter pengirim. Deskripsi makroskopis mendokumentasikan dimensi spesimen, berat, warna, konsistensi, dan abnormalitas yang terlihat dengan mata telanjang — margin yang ditinta, permukaan terpotong, tumor yang terlihat. Deskripsi mikroskopis menjelaskan temuan histologis: arsitektur, sitologi, aktivitas mitosis, reaksi stroma, nekrosis, invasi vaskular, dan status margin. Diagnosis (kesimpulan) menyatakan entitas patologis menggunakan nomenklatur terstandarisasi (SNOMED, kode ICD-O). Bagian Komentar membahas pertanyaan klinis spesifik, diagnosis banding yang diselesaikan, dan rekomendasi untuk pengujian penunjang.

Pelaporan Sinoptik

Untuk spesimen kanker, pelaporan sinoptik (berbasis daftar periksa) kini wajib di banyak negara. Format sinoptik memastikan setiap elemen penting tercatat: tipe tumor, grade histologis, ukuran tumor, kedalaman invasi, status margin (jarak dan lokasi), invasi limfovaskular, status kelenjar getah bening (jumlah diperiksa, jumlah positif, ukuran deposit), dan stadium patologis. Laporan sinoptik meningkatkan tingkat kelengkapan dari sekitar 70% menjadi lebih dari 95% dibandingkan laporan hanya naratif. Templat dipelihara oleh organisasi seperti College of American Pathologists (CAP) dan Royal College of Pathologists (RCPath).

Grading Histologis

Grading menilai tingkat diferensiasi tumor — seberapa mirip dengan jaringan normal asalnya. Tumor berdiferensiasi baik (grade rendah) mempertahankan fitur arsitektural dan sitologis dari jaringan induk; tumor berdiferensiasi buruk (grade tinggi) menunjukkan kemiripan minimal. Sistem grading yang berbeda ada untuk tipe tumor yang berbeda. Untuk kanker payudara, sistem grading Nottingham (Elston-Ellis) mengevaluasi tiga komponen: formasi tubulus (1-3), pleomorfisme inti (1-3), dan hitungan mitosis (1-3), dijumlahkan menjadi skor total 3-9 dan dikelompokkan menjadi grade 1 (berdiferensiasi baik, skor 3-5), 2 (berdiferensiasi sedang, 6-7), dan 3 (berdiferensiasi buruk, 8-9). Untuk kanker prostat, sistem grading Gleason menetapkan pola primer dan sekunder (masing-masing 1-5) dijumlahkan menjadi skor Gleason (2-10), kini dilaporkan sebagai Group Grade (1-5). Untuk grading berbasis IHC, indeks proliferasi Ki-67 semakin banyak digunakan sebagai variabel kontinu.

Stadium Patologis

Stadium menggambarkan luas anatomis penyakit. Sistem stadium TNM (AJCC/UICC) mengklasifikasikan tumor primer (T0-T4), keterlibatan kelenjar getah bening regional (N0-N3), dan metastasis jauh (M0-M1). Stadium patologis (pTNM) ditentukan dari spesimen reseksi dan memiliki bobot prognostik lebih besar daripada stadium klinis. Pengelompokan stadium (I-IV) menggabungkan kategori TNM ke dalam kelompok prognostik yang bermakna secara klinis.

Penilaian Margin

Margin bedah dilaporkan sebagai negatif (tidak terlibat) ketika tidak ada sel tumor pada permukaan yang ditinta, atau positif (terlibat) ketika tumor meluas ke margin. Jarak dari tumor ke margin terdekat diukur secara mikroskopis. Status margin adalah prediktor terkuat kekambuhan lokal pada banyak kanker (payudara, prostat, kolorektal). Irisan beku biasanya digunakan untuk penilaian margin intra-operatif.

Studi Penunjang dan Pelaporan Terintegrasi

Laporan modern mengintegrasikan hasil dari IHC, pengujian molekuler, dan sitogenetika. Misalnya, laporan kanker paru dapat mencakup IHC PD-L1 skor proporsi tumor, status mutasi EGFR dan ALK, dan tingkat ekspresi PD-L1. Pelaporan terintegrasi membawa semua temuan yang dapat ditindaklanjuti ke dalam satu dokumen.