Kuantifikasi protein adalah proses menentukan konsentrasi protein dalam suatu larutan. Kuantifikasi protein yang akurat sangat penting untuk banyak aplikasi hilir, termasuk SDS-PAGE, Western blotting, uji enzim, dan studi struktur.
Metode Kuantifikasi Protein Umum
Uji Bradford
Uji Bradford didasarkan pada pengikatan pewarna Coomassie Brilliant Blue G-250 ke protein. Pewarna bergeser dari coklat menjadi biru ketika terikat pada protein, dengan serapan maksimum berubah dari 465 nm menjadi 595 nm. Uji ini cepat, sederhana, dan kompatibel dengan sebagian besar buffer. Kurang akurat dengan adanya deterjen.
Uji BCA
Uji asam bikinkoninat (BCA) bergantung pada reduksi Cu2+ menjadi Cu1+ oleh protein dalam medium alkali. BCA kemudian mengkelat Cu1+, membentuk warna ungu yang menyerap pada 562 nm. Uji BCA lebih toleran terhadap deterjen daripada uji Bradford tetapi kurang kompatibel dengan agen pereduksi.
Uji Lowry
Uji Lowry menggabungkan reaksi biuret (kelasi tembaga) dengan reagen Folin-Ciocalteu, yang bereaksi dengan residu tirosin dan triptofan. Ini menghasilkan warna biru yang diukur pada 750 nm. Sensitif tetapi membutuhkan waktu yang tepat dan dipengaruhi oleh banyak zat pengganggu.
Serapan UV (A280)
Protein menyerap sinar UV pada 280 nm karena residu triptofan dan tirosin. Serapan pada 280 nm memberikan perkiraan cepat dan tidak destruktif dari konsentrasi protein. Paling akurat untuk protein murni dengan koefisien kepunahan yang diketahui.
Kurva Standar
Semua uji kolorimetri memerlukan kurva standar. Pengenceran serial dari standar protein yang diketahui, biasanya bovine serum albumin (BSA), disiapkan dan diukur. Serapan sampel yang tidak diketahui dibandingkan dengan kurva standar untuk menghitung konsentrasinya.