Sodium Dodecyl Sulfate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) adalah teknik laboratorium yang kuat digunakan untuk memisahkan protein secara eksklusif berdasarkan berat molekulnya. Ilmuwan sering berurusan dengan “sup protein” — campuran kompleks yang mengandung ratusan jenis protein berbeda. SDS-PAGE bertindak sebagai saringan molekuler, memungkinkan peneliti mengurai campuran ini untuk mengidentifikasi protein tertentu, memeriksa kemurnian sampel, atau memverifikasi ukuran protein yang disintesis.
Cara Kerja SDS-PAGE
Prosesnya bergantung pada fakta bahwa protein, tidak seperti DNA, memiliki bentuk terlipat yang kompleks dan muatan alami yang bervariasi. Untuk memastikan ukuran adalah satu-satunya faktor yang mempengaruhi pergerakan mereka, percobaan menggunakan serangkaian langkah untuk “mengatur ulang” sifat-sifat protein.
- Denaturasi
Sampel protein dicampur dengan buffer yang mengandung SDS (deterjen kuat) dan dipanaskan. SDS bertindak sebagai pelurus kimia; ia membuka struktur 3D kompleks protein menjadi rantai linear. Yang penting, SDS melapisi protein dengan muatan negatif yang seragam, memastikan mereka bergerak menuju elektroda positif terlepas dari muatan aslinya.
- Pemuatan
Sampel dimuat ke dalam sumur gel poliakrilamida — matriks sintetis yang bertindak sebagai jalur rintangan mikroskopis. “Tangga protein” (campuran protein dengan berat molekul yang diketahui) biasanya dimuat ke sumur pertama untuk berfungsi sebagai penggaris untuk sisa percobaan.
- Migrasi
Arus listrik diterapkan melintasi gel. Karena protein bermuatan negatif, mereka bergerak menuju anoda (elektroda positif) di bagian bawah. Saat mereka bepergian, protein yang lebih kecil menavigasi pori-pori gel dengan mudah dan bergerak cepat, sementara protein yang lebih besar tersangkut dan bergerak jauh lebih lambat.
- Visualisasi
Setelah elektroforesis selesai, protein tidak terlihat dengan mata telanjang. Gel direndam dalam pewarna — paling umum Coomassie Brilliant Blue. Pewarna mengikat protein, mengungkapkan serangkaian pita biru yang berbeda. Dengan membandingkan posisi pita ini dengan tangga protein, ilmuwan dapat menghitung berat molekul tepat setiap protein dalam sampel.