Neoplasma pediatrik berbeda secara fundamental dari kanker dewasa. Tumor ini sebagian besar adalah tumor embrional — berasal dari sel primitif yang tidak berdiferensiasi yang merekapitulasi histologi jaringan embrionik yang sedang berkembang. Klasifikasinya mengintegrasikan morfologi, IHC, dan genetika molekuler, dan pengobatan serta prognosisnya berbeda secara mencolok dari tumor dewasa yang histologisnya serupa.
Neuroblastoma
Neuroblastoma adalah tumor padat ekstrakranial paling umum pada anak-anak, berasal dari sistem saraf simpatis yang sedang berkembang (krista neural). Lokasi primer adalah medula adrenal (40%) atau ganglia simpatis para-spinal. Histologi menunjukkan sel kecil, bulat, biru dengan roset Homer-Wright (sel neoplastik tersusun di sekitar inti fibriler sentral). Diferensiasi dinilai: tidak berdiferensiasi (tanpa neuropil), berdiferensiasi buruk (neuropil ada), dan berdiferensiasi (sel ganglion matang). Stroma Schwannian — keberadaan sel Schwann matang yang membagi tumor menjadi sarang terkait dengan histologi yang menguntungkan. Klasifikasi Patologi Neuroblastoma Internasional (INPC) menetapkan histologi menguntungkan atau tidak menguntungkan berdasarkan tingkat diferensiasi, indeks mitosis-karyoreksis (MKI), dan usia.
Penanda molekuler: Amplifikasi MYCN (ada pada 25%) — faktor prognostik negatif terkuat, independen dari stadium; mutasi ALK (10%) — dapat ditarget dengan inhibitor ALK; delesi 1p, delesi 11q, gain 17q — perubahan kromosom segmental terkait penyakit risiko tinggi. IHC: synaptophysin+, chromogranin+, PHOX2B+ (inti, sangat spesifik), CD56+. Pengobatan distratifikasi berdasarkan risiko: observasi untuk risiko rendah, kemoterapi dan operasi untuk risiko menengah, kemoterapi intensif dengan transplantasi sel punca dan imunoterapi anti-GD2 untuk risiko tinggi.
Tumor Wilms (Nefroblastoma)
Tumor Wilms adalah tumor ginjal paling umum pada anak-anak, berasal dari blastema metanefrik persisten (nephrogenic rests). Histologi menunjukkan pola triphasik klasik dari blastema (sel kecil biru padat), stroma (elemen mesenkimal — fibroblas, otot polos, otot rangka, tulang rawan, lemak), dan epitel (tubulus dan glomerulus primitif). Anaplasia (pembesaran inti nyata, hiperkromasia, mitosis atipik) mendefinisikan kelompok histologi tidak menguntungkan — ada pada 5-10% kasus dan terkait dengan mutasi TP53.
Penanda molekuler: Mutasi WT1 (10-20%), mutasi CTNNB1 (beta-catenin) (15%), mutasi WTX (30%), overexpression IGF2 (70%, dari hilangnya pencetakan 11p15). Nephrogenic rests — jaringan ginjal embrional persisten yang ada pada 30-40% ginjal tumor Wilms; mereka adalah prekursor tumor Wilms. Pengobatan: nefrektomi + kemoterapi (vinkristin, actinomycin D) ± radioterapi. Kelangsungan hidup melebihi 90% untuk histologi menguntungkan.
Hepatoblastoma
Hepatoblastoma adalah tumor hati paling umum pada anak di bawah 3 tahun, berasal dari hepatoblas primitif (sel punca hati). Histologi menunjukkan pola epitel (janin, embrional, makrotrabekular, sel kecil tak berdiferensiasi) dan campuran epitel-mesenkimal. Pola janin (berdiferensiasi baik) menunjukkan sel kecil seragam dengan sitoplasma jernih (kaya glikogen) dan terkait dengan prognosis sangat baik. Pola embrional menunjukkan sel lebih primitif dengan rasio N/C lebih tinggi. Pola sel kecil tak berdiferensiasi — agresif, dengan kehilangan INI1 pada subkelompok.
IHC: HepPar1+, GPC3 (glypican-3)+, beta-catenin (akumulasi inti pada 80%), CK19+ (pola embrional). Molekuler: Mutasi CTNNB1 (60-80%), mengaktivasi jalur beta-catenin. Alpha-fetoprotein (AFP) serum meningkat pada >90% kasus dan digunakan untuk skrining dan pemantauan. Pengobatan: reseksi bedah + kemoterapi (cisplatin, doxorubicin). Prognosis tergantung pada stadium PRETEXT dan subtipe histologis.
Rabdomiosarkoma
Rabdomiosarkoma adalah sarkoma jaringan lunak paling umum pada anak-anak, berasal dari prekursor otot rangka. Dua subtipe utama adalah embrional (60-70%, varian botryoid) dan alveolar (20-30%). RMS embrional menunjukkan sel berbentuk gelendong atau bulat dengan diferensiasi rabdomioblastik variabel (sitoplasma eosinofilik, lurik silang). Varian botryoid tumbuh sebagai kelompok polipoid seperti anggur di bawah permukaan mukosa (kandung kemih, vagina, nasofaring) dengan lapisan kambium karakteristik (lapisan sel tumor padat di bawah epitel).
RMS alveolar menunjukkan sel bulat tersusun dalam sarang yang dipisahkan oleh septa fibrovaskular, dengan hilangnya kohesi sentral menghasilkan ruang alveolar. Molekuler: Fusi PAX3/PAX7-FOXO1 (80% RMS alveolar) — RMS alveolar fusi-positif memiliki prognosis buruk. RMS embrional menunjukkan mutasi jalur RAS, mutasi FGFR4, dan hilangnya heterozigositas 11p15.
IHC: desmin+, MyoD1+, myogenin+, MYF4+. Pengobatan: kemoterapi multimodal (vinkristin, actinomycin D, siklofosfamid) + operasi + radioterapi. Prognosis tergantung pada subtipe, stadium, dan status fusi.
Tumor CNS Pediatrik
Tumor CNS pediatrik adalah keganasan anak kedua paling umum. Medulloblastoma (fossa posterior, tumor otak ganas paling umum pada anak-anak) diklasifikasikan oleh WHO menjadi empat subkelompok molekuler: diaktivasi-WNT (prognosis terbaik), diaktivasi-SHH, kelompok 3, dan kelompok 4. Histologi menunjukkan sel kecil, bulat, biru dengan roset Homer-Wright. Kraniofaringioma — tumor histologis jinak tetapi agresif secara klinis yang berasal dari epitel kantong Rathke. Glioma derajat rendah (astrocytoma pilocytic) adalah tumor otak pediatrik paling umum — WHO grade 1, alterasi BRAF (fusi KIAA1549-BRAF pada 70%), prognosis sangat baik setelah reseksi lengkap.