Jutaan pasien dengan penyakit kronis dan langka bisa mendapatkan akses lebih cepat ke pengobatan melalui dorongan baru FDA untuk menggunakan kembali obat yang sudah disetujui untuk keperluan baru. Badan tersebut meminta publik, peneliti, dan klinisi untuk membantu mengidentifikasi kandidat terbaik.
Idenya sederhana: obat yang sudah terbukti aman untuk satu kondisi dapat melewati sebagian besar pengujian awal, berpotensi memberikan pilihan pengobatan baru dalam hitungan tahun, bukan satu dekade atau lebih. FDA secara khusus berfokus pada penyakit di mana insentif komersial untuk pengembangan obat tradisional tidak mencukupi.
“Terlalu banyak pasien tidak memiliki pilihan pengobatan yang efektif, bahkan ketika ilmu pengetahuan yang menjanjikan sudah ada,” kata Komisaris FDA Marty Makary. “Repurposing obat dapat memanfaatkan data ilmiah yang tersedia dengan lebih baik untuk memberikan pilihan pengobatan yang efektif bagi pasien yang membutuhkan.”
Badan tersebut mencari masukan tentang tiga tingkat kandidat: obat di mana bukti yang cukup sudah ada untuk mendukung penggunaan baru; obat dengan data klinis pendahuluan yang menjanjikan, seperti laporan kasus atau studi observasional, yang memerlukan studi lebih lanjut; dan obat dengan data praklinis dari alat yang sedang berkembang seperti AI dan pembelajaran mesin yang layak diselidiki.
Area prioritas meliputi penyakit metabolik, kondisi neurodegeneratif, kesehatan wanita dan pria, gangguan penggunaan zat, dan penyakit langka. Upaya ini dibangun di atas program yang ada termasuk Best Pharmaceuticals for Children Act, MODERN Labeling Act 2020, dan Project Renewal.
Laporan strategi Make Our Children Healthy Again September 2025 mengarahkan FDA untuk mengeksplorasi peluang repurposing bersama dengan National Institutes of Health.
Sumber: Siaran Pers FDA