Diagnosis Laboratorium Infeksi Parasit
Infeksi parasit didiagnosis melalui pemeriksaan mikroskopis tinja, darah, dan spesimen jaringan, deteksi antigen, serologi, dan metode molekuler seperti PCR dan panel multipleks.
Ektoparasit: Kutu, Skabies, dan Caplak
Ektoparasit termasuk kutu, tungau skabies, dan caplak menginfestasi permukaan eksternal manusia dan hewan, menyebabkan dermatitis, infeksi sekunder, dan penularan penyakit vektor.
Helminth: Nematoda, Trematoda, dan Cestoda
Helminth adalah cacing parasit yang diklasifikasikan menjadi nematoda, trematoda, dan cestoda, masing-masing dengan siklus hidup, patogenesis, dan fitur diagnostik yang berbeda.
Protozoa Usus: Giardia, Cryptosporidium, dan Amoeba
Infeksi protozoa usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia, Cryptosporidium parvum, dan Entamoeba histolytica adalah penyebab signifikan penyakit diare di seluruh dunia, didiagnosis dengan mikroskopi dan imunodeteksi.
Malaria: Siklus Hidup dan Diagnosis Laboratorium
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Diagnosis laboratorium bergantung pada mikroskopi, tes diagnostik cepat, dan metode molekuler.