Defisiensi Imun: Primer dan Sekunder
Defisiensi imun terjadi akibat cacat genetik pada komponen kekebalan tubuh atau faktor eksternal yang mengganggu fungsi kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan komplikasi terkait.
Imunologi Tumor dan Imunoterapi
Imunologi tumor mempelajari interaksi antara sistem kekebalan dan kanker, sedangkan imunoterapi memanfaatkan mekanisme kekebalan untuk mengenali dan menghilangkan sel tumor.
Autoimun dan Hipersensitivitas
Autoimunitas muncul ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendiri, sedangkan hipersensitivitas mencakup respons imun yang berlebihan atau tidak tepat yang menyebabkan kerusakan jaringan.
Kompleks Histokompatibilitas Utama
Kompleks histokompatibilitas utama mengkodekan molekul MHC yang menghadirkan antigen peptida ke sel T, memainkan peran sentral dalam pengenalan kekebalan, penolakan transplantasi, dan hubungan penyakit.
Pengembangan Sel B dan Produksi Antibodi
Sel B berkembang di sumsum tulang dan menghasilkan antibodi yang menetralisir patogen, dengan setiap sel B menghasilkan imunoglobulin unik melalui rekombinasi genetik dan hipermutasi somatik.
Pengembangan dan Aktivasi Sel T
Sel T berkembang di timus melalui proses seleksi yang ketat dan diaktifkan oleh presentasi antigen untuk mengatur respons imun yang dimediasi sel.
Sistem Komplemen
Sistem komplemen adalah rangkaian protein serum yang mengopsonisasi patogen, merekrut sel-sel inflamasi, dan secara langsung melisiskan mikroba melalui kompleks penyerang membran.
Sitokin dan Kemokin
Sitokin dan kemokin adalah protein pemberi sinyal kecil yang memediasi komunikasi antar sel dalam sistem kekebalan, mengatur peradangan, kekebalan, dan hematopoiesis.
Interaksi Antigen-Antibodi
Interaksi antigen-antibodi adalah peristiwa pengikatan non-kovalen spesifik yang menjadi dasar imunitas adaptif dan uji imunologi.