Ektoparasit adalah organisme yang hidup di permukaan eksternal inangnya dan memperoleh nutrisi dengan memakan darah, kulit, atau sekresi. Ektoparasit manusia yang paling signifikan secara klinis meliputi kutu, tungau skabies, dan caplak, masing-masing menyebabkan kondisi dermatologis yang berbeda dan, dalam kasus caplak, menularkan penyakit infeksi serius.
Pedikulosis (infestasi kutu) disebabkan oleh tiga spesies: Pediculus humanus capitis (kutu kepala), Pediculus humanus corporis (kutu badan), dan Phthirus pubis (kutu kemaluan). Kutu adalah serangga tidak bersayap, gepeng dorsoventral dengan kaki bercakar yang beradaptasi untuk memegang rambut atau serat pakaian. Mereka makan secara eksklusif pada darah dan meletakkan telur (nit) yang disemenkan ke batang rambut atau serat pakaian. Infestasi kutu kepala menyebabkan pruritus intens dan paling umum pada anak usia sekolah. Kutu badan adalah vektor untuk tifus epidemik, demam parit, dan demam kambuhan. Diagnosis dilakukan dengan identifikasi visual kutu hidup atau nit menggunakan sisir bergigi rapat.
Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau betina menggali ke dalam stratum korneum, menciptakan terowongan berkelok-kelok di mana ia meletakkan telur. Respons inflamasi yang dihasilkan menyebabkan pruritus intens, terutama pada malam hari. Lesi karakteristik meliputi terowongan, papula, dan vesikel di ruang interdigital, pergelangan tangan, aksila, dan daerah genital. Skabies berkrusta (Norwegia) terjadi pada pasien imunokompromis, dengan lesi hiperkeratotik ekstensif yang mengandung ribuan tungau. Diagnosis dilakukan dengan identifikasi mikroskopis tungau, telur, atau pelet feses dalam kerokan kulit.
Caplak adalah arachnida yang termasuk dalam ordo Ixodida. Caplak keras (Ixodidae) memiliki skutum dan termasuk Ixodes scapularis (caplak rusa, vektor penyakit Lyme), Dermacentor variabilis (caplak anjing Amerika, vektor demam bercak Rocky Mountain), dan Amblyomma americanum (caplak lone star). Caplak lunak (Argasidae) tidak memiliki skutum dan menularkan demam kambuhan. Caplak makan dengan memasukkan mulut bergerigi ke dalam inang dan mengeluarkan air liur seperti semen. Periode perlekatan berkisar dari jam hingga hari.